Minggu, 17 Februari 2013


Pemanfaatan Panas Bumi Langeng, Apabila Kondisi Lingkungan Terjaga.

Wilayah Jawa Barat, merupakan salah satu bagian dari lempeng sabuk gunung api, maka tak heran apabila di Jawa Barat banyak terdapat gunung api. Hal ini membawa konsekuensi, bahwa hidup di daerah sabuk gunung api, harus selalu waspada bahaya  gempa bumi, longsor ataupun letusan gunung api.

Akan tetapi, sisi lain di balik bencana tersebut  terdapat kekayaan akan sumberdaya alam, baik mineral ataupun hasil buminya. Dengan banyaknya gunung api di Jawa Barat, masyarakat tidak hanya dituntut bersiaga terhadap bencana. Gunung api juga menawarkan berkah hidup, selain berdampak negatif, ada pula sisi positifnya, salah satunya sumber energi panas bumi.
“Lumbung sumber energi panas bumi di Indonesia yang terbesar itu ada di wilayah Jawa Barat. Maka tidak heran apabila di wilayah Jawa Barat banyak di temukan energi panas bumi yang berupa air panas atau kombinasi antara uap dan air panas,” ujar Dr. Nana Sulaksana, Ir. MSP., dosen Fakultas Teknik Geologi Unpad.
Energi panas bumi bersifat ramah lingkungan dan tidak mudah habis, karena proses pembentukannya yang terus menerus selama kondisi lingkungannya (geologi dan hidrologi) terus terjaga keseimbangannya. Untuk itu dalam pemanfaatannya harus mempertimbangkan berbagai aspek supaya energi tersebut dapat terus digunakan.
“Manusia itu harus mampu memanfaatkan alam secara optimal tapi tidak merusak lingkungan. Apalagi energi panas bumi ini sangat bergantung pada air. Untuk itu dalam pemanfaatannya harus menjaga kelestarian lingkungan. Jangan sampai energi panas buminya di ambil, hutan di sekitarnya juga ikut digunduli, sehingga keseimbangan lingkungannya tidak terjaga,” jelas Dr. Nana.
Sayangnya potensi ini belum bisa dioptimalkan, di Indonesia masyarakat yang dekat dengan sumber energi panas bumi banyak yang memanfaatkannya hanya sebagai sarana pariwisata. Namun pemanfaatan langsung sebagai bahan bakar industri belum berkembang. Padahal dibandingkan dengan jenis energi lainnya terutama yang berasal dari hasil pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan batu bara, energi panas bumi ini apabila terus dikembangkan akan mengurangi bahaya efek rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global.
“Kalau kita berbicara sumber daya geologi ini, tidak bisa menjadikan sejahtera apabila tidak di ekstrak menjadi sumber daya ekonomi.  Untuk itu tugas pemerintah untuk menjebatani bagaimana sumber daya geologi ini menjadi sumber daya ekonomi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” lanjut Dr. Nana.
Dr. Nana menambahkan, mengingat energi panas bumi ini tidak dapat diekspor, maka pemanfaatannya diarahkan  untuk mencukupi kebutuhan energi domestik. Dengan demikian energi panas bumi akan menjadi energi alternatif,  karena dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap sumber energi fosil yang kian menipis.
“Yang namanya energi panas bumi itu bukan yang bersifat bisa dijual ke luar, untuk itu dibutuhkan investor untuk mengolah sumber energi tersebut.  Maka dibutuhkan suasana kondisif agar para investor mau menanamkan modalnya di sumber energi ini,” jelas kepala Laboratorium Geomorfologi dan Pengindraan Jauh Geologi Unpad.
Sisi lain di balik banyaknya gunung api, tidak dipungkiri  wilayah Jawa Barat merupakan rumah produksi bagi ekonomi Indonesia dari sektor pertanian. Berkat endapan vulkanik tersebut membawa unsur hara yang membawa daerah sekitarnnya itu menjadi  subur.
“Itu mengapa jaman dulu Belanda memilih daerah pegunungan di Jawa Barat untuk menanam teh dan karet  karena kesuburannya, sehingga tak heran Jawa Barat dikenal sebagai sentra teh nasional” pungkasnya. *

Jumat, 17 Agustus 2012

Amankah Konsumsi Daging Domba?


Sering kali daging domba dikaitkan sebagai penyebab kolesterol dan penyebab hipertensi. Dalam kaitannya dengan pola konsumsi daging domba khususnya di Indonesia, harus dihilangkan stigma bahwa daging domba mengandung kolesterol tinggi dan penyebab hipertensi. Oleh karena itu, kebiasaan mengonsumsi daging domba justru harus dilakukan sejak usia dini.

Menurut Dr. Ir. Denie Heriyadi MS, dosen Fakultas Peternakan Unpad, ”Dari hasil penelitian di beberapa negara di dunia menyatakan bahwa, daging domba merupakan salah satu jenis daging merah yang sarat akan nutrisi dan aman untuk dikonsumsi. Apalagi daging domba muda atau lebih sering disebut juga dengan lamb yang berasal dari anak domba berusia  kurang dari 1 tahun ini, kaya akan protein, zat besi, Omega 3 dan Omega 6, yang baik untuk kesehatan jantung dan mengoptimalkan perkembangan fungsi otak.”

Padahal daging domba aman untuk dikonsumsi dan telah dianjurkan di beberapa negara maju. Di Kanada misalnya, Canada’s Food Guide to Healthy Eating merekomendasikan konsumsi lamb 2 hingga 3 kali di setiap menu penyajian daging, dan pemerintah Inggris menganjurkan untuk memberikan lamb pada menu balita di negaranya.

Tapi sayangnya  konsumsi  daging domba di Indonesia masih sangat rendah, hanya 0,24 gram perkapita perhari. Rendahnya tingkat konsumsi dikarenakan stigma yang ada di masyarakat Indonesia bahwa mengonsumsi daging domba terkait dengan sejumlah penyakit. Padahal sebetulnya baik tidaknya makanan itu  tergantung juga dari bagaimana cara kita memasaknya.

“Sebenarnya yang bahaya itu pola masak yang ada di masyarakat kita, biasanya masak daging itu sekaligus banyak. Jadi apabila dikonsumsi tidak habis, masakan itu dipanaskan, tidak habis lagi dipanaskan lagi. Lama kelamaan menyebabkan lemak yang tadinya tidak jenuh menjadi jenuh. Belum lagi apabila daging dibakar menjadi sate, di masyarakat kita cenderung menyukai sate itu yang gosong, sehinga menyebabkan radikal bebas. Hal inilah yang menyebabkan menjadi penyakit,” jelas Denie.

Justru hal-hal baik dari domba tidak diketahui oleh masyarakat. Oleh karena itu, pola pikir bahwa daging merupakan sumber penyakit, harus diluruskan mengingat manfaat daging merah yang baik untuk kesehatan, kecuali jika dikonsumsi secara berlebihan.

Minggu, 05 Agustus 2012

Air Bersih Tidak dikelola Secara Benar


Air bersih di Indonesia tidak dikelola secara benar.  Apa buktinya? Ketika musim hujan turun, selain menimbulkan daerah-daerah terkena genangan dan banjir, sebagian besar air akan terbuang langsung ke laut. Sebaliknya, ketika musim kemarau, banyak yang mengalami kekeringan. Padahal Indonesia mendapat kucuran air berlimpah dengan curah hujan rata-rata 2000 – 3000 mm/tahun.

Menurut Dr. Ir. Hendarmawan, MSc,  Dekan Fakultas Teknik Geologi Unpad, bahwa reboisasi tidak dilakukan di tempat yang tepat agar efeknya optimal. Akibatnya konservasi air bersih tidak bisa ditawar lagi. Konservasi tidak hanya untuk menjaga keberadaan air, tapi juga untuk meningkatkan kualitas air. Apalagi hingga kini, masih banyak masyarakat yang menggunakan air tanah.

Karena di Indonesia air masih dianggap berlimpah dan dapat diperbarui, maka konservasi air belum dapat perhatian dari berbagai pihak. Air, ungkap Dr. Hendarmawan, sebenarnya tidak pernah berkurang tetapi berubah bentuk melalui proses pembekuan atau penguapan. Justru yang menjadi permasalahan adalah apakah air itu masih bagus untuk dipakai atau tidak.

“Hal inilah yang membuat penting bagi kita untuk mempertahankan kualitas dan kuantitas air tawar yang ada di permukaan bumi agar masih bisa dimanfaatkan oleh manusia. Air yang sudah terlanjur masuk ke laut, tentu tidak dapat dimanfaatkan dan perlu waktu lama lagi untuk dapat dimanfaatkan dalam bentuk air hujan,” jelas Dr. Hendarmawan.

Apabila di musim hujan air terus terbuang langsung ke laut tanpa adanya ketahanan air, dikhawatirkan di musim kemarau seperti sekarang ini kuantitas air tanah akan berkurang karena terjadi penurunan permukaan air tanah.

“Kedalaman sumur di masyarakat kita rata-rata hanya berkisar 15 meter.  Apabila musim kemarau berkepanjangan, bisa kita banyangkan apabila air tanah mengalami penurunan sekira 20 meter.  Hal inilah yang menyebabkan kelangkaan air.  Untuk itu, pemakaian air tanah harus mempertimbangkan faktor kelestariannya, yang meliputi faktor kualitas maupun kuantitas,” urai Dr. Hendarmawan.

Untuk mengurangi penurunan permukaan air tanah dan juga melakukan ketahanan air, ada beberapa cara yang bisa dilakukan seperti menghemat air, menanam pohon, dan mengolah limbah cair rumah tangga. Selain itu, dengan membuat penampungan air hujan, menyediakan lahan untuk penyerapan air,  membuat resapan biopori, atau membuat sumur resapan,  maka fluktuasi muka air tanah pada waktu musim hujan dan kemarau tidak terlalu tajam.

Kualitas air permukaan yang saat ini menjadi komoditas utama sebagian besar masyarakat dunia tidak mungkin akan bertahan lama jika tidak dibarengi dengan pendidikan lingkungan yang layak, khususnya dalam pengelolaan air.

“Air bukan saja kepentingan untuk minum, melainkan kepentingan pertanian dan perikanan juga kepentingan industri. Dengan demikian, fungsi air yang bersifat sosial dan milik umum ini jelas menjadi tanggung jawab kita bersama karena masalah air adalah masalah bersama,” lanjut  Dr. Hendarmawan.

Cara yang paling efektif dalam pengelolaan sumber  daya air adalah peran serta masyarakat dan pendidikan sejak usia dini terhadap murid-murid sekolah dasar melalui kurikulum di sekolah.

“Karena dari semua masalah air yang terjadi, manusialah yang paling merasakan akibatnya,” pungkas Dr. Hendarmawan.

http://www.unpad.ac.id/archives/58027

Senin, 03 Oktober 2011

Materi Mata Kuliah Media Komunikasi

PRODUKSI VIDEO
Purnomo Sidik
Definisi:
Program keahlian yang mempelajari mengenai kompenti Mahasiswa dibidang Audio Visual yang merupakan kombinasi teks, seni, gambar, dengan dilengkapi audio video sebagai media komunikasi yang dipakai dalam penyuluhan komunikasi pertanian dan komunikasi bisnis secara individual maupun kelompok.
Tujuan :
Tujuan program keahlian Audio Visual adalah membekali Mahasiswa dengan keterampilan, pengetahuan dan sikap agar kompeten:
-          Membangun dan menerapkan proses produksi video pertanian
-          Mengoperasikan software dan periferal  digital audio, digital video, dan  digital imaging

Materi :
Pengantar
·         Media Komunikasi
·         Video
-       Standard Format Video
-       Format Transfer Video Analog dan Digital
-       Format Perekam Video Digital
·         Keungulan / Kelebihan Video
 Proses Produksi Video
·         Membangun Ide atau Gagasan
·         Menentukan Target Audience
·         Development / Treatment
-          Merumuskan Ide
-          Riset
-          Penulisan Sinopsis
-          Penulisan Treatment : Berisi deskripsi yang jelas tentang lokasi, waktu, pemain, adegan, dan properti.
-          Penulisan Naskah
-          Review Naskah dan Naskah Akhir
·         Commisioning
-          Produser
-          Creative
-          Set designer
-          Kameraman
-          Director
-          Audio engineer
-          Video engineer
Mengenal Camera Video
·         Bagian-bagian Kamera Video
·         Fungsi Kamera
-          Exposure
-          Shutter Speed
-          Filter
-          Viewfinder
-          Fokus
-          Depth of Field
-          Lensa
·         Proporsi Gambar / Teknik Pengambilan Gambar
-          Komposisi
-          Pengaturan Arah Gambar
-          Ukuran Shot
-          Pergerakan Gambar
-          Arah Gambar
Mengenal Program Audio Editing
·         Rekam Audio dengan Cool Edit Pro
·         Editing Audio dengan Cool Edit Pro
·         Format Audio
Mengenal Program Video Editing
·         Transfer Video / Capture
·         Editting Video dengan Windows Movie Maker
·         Editting Video dengan Adobe Premiere Pro
·         Mengemas Video
Produksi Video
·         Tugas Individu
·         Tugas Kelompok